20 April 2012 - 15:06

Dikabarkan Jum'at (20/4) dimulai dari pagi dini hari puluhan ribu orang telah berkumpul di Bundaran At Tahrir Kairo ibu kota Mesir. Kemudian jam-jam berikutnya puluhan ribu warga lainnya berdatangan untuk bergabung dalam lautan jutaan manusia Mesir yang menamakan aksi mereka, "Penyelamatan Revolusi dan Penentuan Takdir".

Menurut Kantor Berita ABNA, Bundaran At Tahrir Mesir sejak tahun lalu telah menjadi markas perlawanan kaum muslimin Mesir atas kezaliman rezim Husni Mubarak. Hari ini, kembali bundaran tersebut menjadi saksi atas berkumpulnya jutaan lapisan rakyat Mesir yang akan kembali menorah sejarah baru negerinya. Dikabarkan Jum'at (20/4) dimulai dari pagi dini hari puluhan ribu orang telah berkumpul di Bundaran At Tahrir Kairo ibu kota Mesir. Kemudian jam-jam berikutnya puluhan ribu warga lainnya berdatangan untuk bergabung dalam lautan jutaan manusia Mesir yang menamakan aksi mereka, "Penyelamatan Revolusi dan Penentuan Takdir". Di sekitaran Bundaran dan beberapa sisi jalan terpampang poster-poster dan spanduk-spanduk raksasa yang menuliskan suara-suara keinginan rakyat Mesir. Diantaranya tuntutan mereka terbentuknya segera pemerintahan baru mengakhiri masa tugas pemerintahan transisi, mencegah masuknya kembali keluarga dan pendukung rezim Husni Mubarak dalam jajaran pemerintahan baru terlebih lagi terlibat dalam pemilihan Presiden, dan menuntut Mesir baru untuk membatalkan semua bentuk perjanjian dengan rezim Zionis. Aksi demonstrasi jutaan rakyat Mesir tersebut diikuti kurang lebih 50 partai yang terlibat dalam revolusi Mesir diantaranya, Ikhwanul Muslimin, partai Kemerdekaan dan Keadilan, partai An Nur, Jama'ah Isami, Al Wafd dan lain-lain. Aksi rakyat Mesir secara besar-besaran terakhir dilakukan bulan Februari 2012 dalam rangka memperingati setahun kebangkitan rakyat Mesir dan kembali dilakukan Jum'at (20/4) dalam jumlah yang sangat besar sampai mencapai jutaan orang yang dimaksudkan sebagai bentuk tekad dan kesungguhan rakyat Mesir dalam mengawal revolusi negeri mereka. Para demonstran meneriakkan tuntutan mereka agar para tahanan politik yang ditahan selama berlangsungnya revolusi segera dibebaskan dan menuntut pemerintahan Mesir baru yang bersih dan berkeadilan dan tidak mengkhianati perjanjian dengan rakyat.